CISURU, 23 Februari 2026 – Cuaca ekstrem berupa hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Desa Cisuru pada Minggu, 22 Februari 2026. Curah hujan yang berlangsung selama berjam-jam tersebut memicu terjadinya tanah longsor di kawasan Dusun Banjareja. Kondisi tanah yang labil akibat guyuran air membuat tebing di sekitar pemukiman warga ambrol dan menghantam infrastruktur vital di wilayah tersebut.

Salah satu dampak terparah dari bencana ini adalah kerusakan pada bangunan SMU Darul Ulum. Material tanah dan bebatuan yang terbawa longsor merusak struktur dinding dan beberapa ruang kelas, sehingga fasilitas pendidikan tersebut saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Meski tidak ada laporan korban jiwa karena peristiwa terjadi pada hari libur, kerugian material diprediksi cukup besar dan aktivitas akademik terpaksa dihentikan sementara demi keamanan siswa.
Tidak hanya sektor pendidikan, sektor pertanian warga juga terdampak signifikan. Hujan deras tersebut mengakibatkan bangunan irigasi cacingan persawahan jebol sepanjang kurang lebih 40 meter. Kerusakan ini menyebabkan distribusi air ke lahan pertanian warga terputus total. Para petani kini merasa khawatir akan keberlangsungan tanaman mereka jika perbaikan tidak segera dilakukan, mengingat irigasi tersebut merupakan sumber pengairan utama bagi puluhan hektar sawah di Dusun Banjareja.

Merespons kejadian tersebut, pihak Pemerintah Kecamatan dan BPBD segera turun ke lapangan untuk meninjau langsung kondisi di titik-titik kerusakan pada Senin pagi. Tim dari kecamatan melakukan pendataan kerusakan baik di SMU Darul Ulum maupun saluran irigasi guna dilaporkan ke tingkat kabupaten agar segera mendapatkan bantuan perbaikan darurat. Camat setempat juga mengimbau warga Desa Cisuru untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat prediksi cuaca dari BMKG menunjukkan curah hujan masih akan tinggi dalam sepekan ke depan.

